Desa Tanjunganom berada tepat di sebelah timur ibu kota kecamatan Gabus. hal ini menjadikan desa ini termasuk salah satu desa termaju dan teramai di kecamatan Gabus setelah desa Gabus. Desa Tanjunganom memiliki 4 dukuh atau dusun yaitu ; Tegal Malang (RW 1), Tajunganom ( RW 2 dan sebagian RW 3), Paras (sebagian RW 2, dan RW 4), dan Pondok (RW 5 dan RW 6).
Desa ini memiliki industri kecil kerajinan berupa produksi meuble di
dukuh Tanjung. Dan juga Produksi korden, selambu, separay, serta sarung bantal,
yang dibuat dalam sekala industri rumah tangga dan telah dipasarkan hingga
Jakarta, Bandung, bahkan luar Jawa. Industri ini, terletak di dukuh Pindok.
Di Dukuh Tanjung terdapat sebuah Tugu (Tugu Peluru) yang merupakan
simbol desa. Menurut cerita, para sesepuh desa dulunya, tenmpat itu merupakan
gudang senjata pada masa penjajahan, sehingga sekarang diabadikan dengan sebuah
tugu yang bentuknya menyerupai peluru dengan ketinggian kurang lebih 3 meter
serta lebar bawah yang berdiameter 3, 5 meter yang berbentuk segi-5 dan menara
berdiameter 1,5 meter berbentuk bulat. Tugu ini memiliki ujung yang tajam
menyerupai lipstik.
Disekitar tugu juga terdapat tempat ibadah masjid Mamba'ul A'la,
balai desa, SD N 1 Tanjunganom, sarana olhraga berupa lapangansepak bola
danbola volly, psat pertokoan, dan juga kantor perhutani dan tempat penimbunan
kayu (TPK).
Dukuh Paras merupakan daerah yang menjadi langanan banjir karena
berada ditepian sungai paras, tetapi dukuh ini masih menunjukkan suasana desa
yang sangat asri. Dukuh Pondok agak jauh dari pusat desa berjarak 1,3 KM
daripusat desa dan dukuh ini merupakan dukuh yang jumlah penduduknya paling
banyak,sedangkan dukuh tegal malang merupakan dukuh paling kecil ditanjunganom
dengan penduduk paling sedikit.

Posting Komentar