Masa depan sudah dimulai, salah satu hal yang
menjadi titik berat akan hal tersebut
adalah ditinggalkannya cara manual dan mulai beralih menggunakan teknologi.
Perkembangan teknologi akan mempengaruhi
perkembangan ekonomi, gaya hidup,
lingkungan, bahkan budaya sebuah bangsa.
Teknologi yang dimiliki sebuah daerah maupun
negara akan sangat berpengaruh pada tingkat perekonomian. Perkembangan ekonomi
dan teknologi akan selalu berjalan beriringan, dengan memanfaatkan
perkembangan teknologi yang ada sebuah daerah
tersebut akan memiliki nilai lebih dalam meningkatkan perkembangan ekonomi
mereka. Sama halnya dengan gaya hidup dan budaya bangsa, kemajuan teknologi
akan mempengaruhi kedua hal tersebut, sebagai contoh, dizaman gadget seperti
sekarang ini, hampir setiap penduduk baik dari anak-anak manupun orang dewasa
sudah membekali diri dengan gadget.
Namun pertumbuhan teknologi yang begitu pesat
harus didukung oleh SDM yang mumpuni, ketika pertumbuhan teknologi yang begitu
pesat tidak diimbangi oleh pertumbuhan SDM, maka akan terjadi ketimpangan yang
dapat menjadikan masyarakat menjadi terbelakang.
Dimulai sejak Juli(26) 2017,
civitas akademika Universitas Muria Kudus menyelenggarakan program Kuliah Kerja
Nyata (KKN) di kecamatan Gabus, salah satu yang menjadi sasaran adalah desa
Tanjunganom.
Desa Tanjunganom merupakan desa yang berada
tepat di sebelah timur dari ibu kota kecamatan Gabus. Hal ini menjadikan desa
ini termasuk salah satu desa termaju dan teramai di kecamatan Gabus. Desa ini
memiliki industri kecil kerajinan berupa produksi meubel di dukuh Tanjung. dan
juga produksi korden, kelambu, seprei, serta sarung bantal yang dibuat dalam
skala industri rumah
Salah satu program kerja
yang diusung oleh civitas tersebut adalah pelatihan dan pengenalan TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi), progja yang di usung oleh Teguh Heri Purwanto mahasiswa Sistem Informasi Universitas Muria
Kudus tersebut menyasar kepada salah satu Sekolah Kejuruan yang ada di desa Tanjuganom,
SMK Permata Nusantara. Pemilihan Sekolah Kejuruan tersebut atas prakarsa dari
para petinggi desa, selain itu pemilihan sekolah tersebut didasari oleh tingkat
angka putus sekolah yang paling banyak jatuh pada tingkat SMA.
Diharapkan setelah pelaksanaan pengenalan dan pelatihan TIK (Teknologi
Informasi dan Komunikasi) tersebut pemuda/i dapat stay, memiliki skill
dalam bidang TIK dan memiliki point plus dalam dunia pekerjaan.
Dalam pelatihan dan pengenalan TIK (Teknologi Informasi
dan Komunikasi) yang dimulai tanggal 1-3 Agustus. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan perwakilan siswa-siswi
yang dipilih oleh guru-guru yang bersangkutan. Banyak
diantara mereka antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut, selain materi yang
diajarkan berkaitan dengan apa yang diajarkan di mata pelajaran, juga ilmu tersebut
bermanfaat untuk mengasah kemampuan mereka.

Posting Komentar